Rabu, 26 Oktober 2016

Bagian 1 – Rencana Allah untuk Kesehatan dan Pemulihan

Rencana Allah yang Mula-mula
Adam dan Hawa

Yesaya 43:7. “…Semua orang yang disebutkan nama-Ku yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku, yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan!”
Education, p. 15.“Ketika Adam lahir dari tangan Pencipta, ia membawa dalam tubuh, pikiran, dan rohaninya sifat yang serupa dengan Khaliknya…dan adalah maksud-Nya supaya semakin lama manusia hidup semakin penuh ia harus menyatakan citra ini-semakin penuh memantulkan kemuliaan Pencipta.Kemampuannya dapat berkembang; kemampuan dan kekuatannya terusnya bertambah-tambah.”
Review and Herald, February 11, 1902 par. 1.“Seluruh surga mengambil minat yang dalam dan menyenangkan dalam penciptaan dunia dan manusia.Manusia adalah suatu ciptaan yang baru dan berbeda.Mereka dibuat "menurut gambar Allah," dan adalah rancangan Sang Pencipta untuk mereka mendiami bumi. Mereka akan hidup dalam persekutuan yang erat dengan surga, menerima kuasa dari Sumber segala kekuasaan. Dikuatkan oleh Allah, mereka akan hidup tanpa dosa.”
Kejadian 1:31.“Maka Tuhan melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik.”
Manusia itu sempurna ketika ia lahir dari tangan Sang Pencipta-Nya—tanpa noda sedikitpun dari kutukan. Dia tidak pernah sakit, tidak pernah mengalami nyeri, dan tidak punya pengetahuan tentang penuaan atau kematian.Setelah dosa masuk, hal-halnya berubah menjadi buruk-secara rohani, mental, dan fisik.

Akibat Dosa

Kematian - Kejadian 2:17.  “sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”
KutukKejadian 3:16-18.  “Firman-Nya kepada perempuan itu: Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak…Lalu Firman-Nya kepada manusia itu: …maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah…Semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu.”
Gambar Tuhan dirusak - “Melalui dosa keserupaan dengan Ilahi itu telah rusak dan nyaris terhapus.Kekuatan tubuh manusia menjadi lemah, kemampuan pikirannya berkurang, penglihatan rohaninya sirna.Ia telah mejadi pokok kematian.” Membina Pendidikan Sejati, hal.15
Allah bisa saja menghancurkan kemanusiaan segera setelah pemberontakan mereka, namun kasih-Nya begitu besar sehingga Dia menyerahkan diri-Nya untuk penebusan kita.Namun, Dia tidak hanya ingin menebus kita secara rohani, tetapi juga secara fisik, mental, dan emosional.

Pemulihan yang Sempurna Direncanakan

Yohanes 10:10b – “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”
3 Yohanes 2 – “Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja.”
1 Tesalonika 5:23.  “Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.”
Reflecting Christ, p. 137.“Karena pikiran dan jiwa diekspresikan melalui tubuh, maka kekuatan pikiran dan rohani sangat bergantung kepada kekuatan dan kegiatan jasmani; apa saja yang meningkatkan kesehatan jasmani juga menguatkan pikiran dan karakter yang seimbang.Tanpa kesehatan, tidak seorangpun dapat mengerti dengan jelas dan sempurna bagaimana memenuhi kewajibannya bagi dirinya, bagi sesamanya, atau bagi Penciptanya.Jadi kesehatan harus diawasi dengan setia sebagaimana mengawasi karakter.”
My Life Today, p. 141.“Semakin anda mengikuti hukum kesehatan dengan baik, semakin jelas anda dapat mengenal godaan, dan melawan godaan-godaan tersebut, dan lebih jelas anda dapat mengenal nilai hal-hal yang menyangkut hidup kekal.”

Ministry of Healing, p. 130.Tubuh adalah satu-satunya perantara dengan mana pikiran dan jiwa dikembangkan untuk pembentukan tabiat.”
Wahyu 21:4.  “Dan Dia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan nada lagi; tidak aka nada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.”
Yesaya 65:17.“Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati.”
Membina Pendidikan Sejati hal.11.“Untuk memulihkan manusia pada citra Khaliknya, untuk mengembalikannya kepada kesempurnaan di mana ia diciptakan, untuk meningkatkan perkembangan tubuh, pikiran dan jiwa, sehingga maksud ilahi dalam menciptakannya dapat diwujudkan—inilah pekerjaan penebusan itu.”

Ibadah kita yang Sejati ialah untuk Memuliakan Tuhan

Roma 12:1.  “Karena itu, sausara-saudara, demi kemurahan Tuhan aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Tuhan: itu adalah ibadahmu yang sejati.”
1Korintus10:31.  “Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kenuliaan Tuhan.”
1Korintus 6:19-20.“Atau tisdak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Tuhan,-dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Tuhan dengan tubuhmu!”
Counsels on Diet and Food, p. 21.“Allah menuntut agar tubuh kita diserahkan pada‑Nya sebagai korban yang hidup, bukan yang mati, atau yang sekarat.Persembahan orang Yahudi itu seharusnya tidak bercela.Apakah menyenangkan bagi Allah untuk menerima persembahan yang busuk atau penyakitan?Dia menandaskan bahwa tubuh kita adalah kaabah Roh Kudus.Dia menghendaki kita untuk memelihara kaabah ini agar itu menjadi tempat tinggal yang cocok bagi Roh-Nya. Rasul Paulus memberikan nasihat ini kepada kita: "Kamu bukan milik kamu sendiri. Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar.Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu."Semua orang harus berusaha untuk memelihara tubuh dalam kondisi sehat, agar mereka dapat melayani Allah dengan sempurna dan melakukan tugasnya dengan baik dalam lingkungan keluarga dan masyarakat.”

Tugas Pertama Kita

Kita tahu bahwa ada hukum-hukum dasar yang mengatur alam semesta (gravitasi, gerakan, termodinamika, dll) Ada hukum juga yang mengatur tubuh kita dan juga kesehatan kita. Perhatikan apa yang Ellen White tuliskan:
3 Testimonies, p. 164.  “Kewajiban kita yang pertama, yang kita berhutang kepada Allah, kepada diri kita sendiri, dan kepada  sesama manusia, adalah menuruti  hukum-hukum Allah, termasuk  hukum-hukum kesehatan.”
Pencegahan Penyakit adalah Tujuan Kita yang Pertama dan Paling Penting
9 Testimonies, p. 161.  “Ajarkan kepada orang-orang bahwa adalah lebih baik untuk mengetahui bagaimana menjaga supaya kita tetap sehat daripada bagaimana untuk menyembuhkan penyakit.”
Review and Herald, April 2, 1914.  “Saya telah diperlihatkan bahwa sejumlah besar dari penderitaan bisa diselamatkan jika semua akan bekerja untuk mencegah penyakit, dengan ketat menuruti hukum kesehatan .... Banyak telah berharap bahwa Allah akan menjaga mereka dari penyakit hanya karena mereka telah meminta Dia untuk melakukannya. Tapi Tuhan tidak menganggap doa mereka karena iman mereka tidak dibuat sempurna oleh perbuatan. Tuhan tidak akan membuat keajaiban untuk menjaga dari penyakit mereka yang tidak peduli untuk diri mereka sendiri, tetapi terus melanggar hukum kesehatan, dan tidak berusaha untuk mencegah penyakit. Ketika kita melakukan semua yang kita bisa untuk kita memiliki kesehatan, maka kita bisa mengharapkan hasil yang diberkati, dan kita bisa meminta Tuhan dalam iman untuk memberkati usaha kita mempertahankan kesehatan. Dia kemudian akan menjawab doa kita, jikalau namaNya dapat dimuliakan demikian. Tapi biarkan semua memahami bahwa mereka memiliki pekerjaan yang harus dilakukan.Tuhan tidak akan bekerja secara ajaib untuk menjaga kesehatan orang-orang yang mengambil jalan yang akan membuat diri mereka sakit, oleh ketidak perhatian mereka pada hukum kesehatan.”
Pengobatan untuk Penyakit
Hukum kesehatan tidak hanya menjaga kesehatan dan melindungi kita terhadap penyakit tetapi mereka juga adalah obat yang ampuh untuk memulihkan kesehatan.

5 Testimonies, p. 443.“Pengobatan Allah adalah lembaga sederhana dari alam yang tidak akan membebani atau melemahkan sistem melalui sifat mereka yang kuat. Udara murni dan air, kebersihan, diet yang tepat, kesucian hidup, dan kepercayaan yang teguh kepada Allah adalah obat yang oleh karena keihlangannya ribuan orang meninggal, namun obat-obat ini sudah tidak lagi di pakai karena penggunaan mereka membutuhkan pekerjaan yang orang-orang tidak suka. Udara segar, olahraga, air murni, dan tempat yang bersih dan indah berada dalam jangkauan semua dengan biaya yang sedikit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar